Cerita Hijrah

Ayo hijrah teman

 

disalin dari grup XBANK INDONESIA

AYO HIJRAH TEMAN, HIJRAH ITU NIKMAT.. BERJAMAAH LEBIH NIKMAT.. INSYAALLAH.. :

Alhamdulillah begitu banyak NIKMAT yg harus disyukuri saat diri melihat kebelakang dalam meniti perjalanan hijrah kami.
Hari2 yg dijalani dirasa sangat berat… Dan yg pasti, untuk Istiqomah terasa lebih berat lagi, karena sebelum hijrah dari pekerjaan kami yg dikeliling maksiat dan bergelimang riba,,
Kami buta akan RIBA..

Sebelum menikah dan sudah bekerja tidak pernah sekalipun bersinggungan dengan namanya CC atau riba yg lainnya. Hidup selalu cukup ,tenang dan nyaman. Tidak ada masalah dikantor ,karir mulus menanjak .

Apalagi setelah menikah dan bergaul dengan teman2 baru, lingkungan kantor yang baru dan kenyataannya berpaham sama semua:
“Kapan lagi punya barang/aset, kalau gak dengan kredit, semua rata2 berlomba2 punya harta dengan KREDIT”.

Disinilah awal semua Terlibat RIBA dan maksiat lainnya (Jauh dari majelis ilmu.. Jauh dari Allah)
(Astagfirullah wa atubuillaih.)

Di awali dengan Ambil Kendaraan dan Rumah kredit.
“Ayo dong ambil rumah sekarang, ngapain ngontrak? uangnya utk orang,kalo kita ambil rumah kan utk kita, karena kita yang angsur, mumpung harga rumah gak mahal (kalo nanti2 mahal gak sanggup entar). Mumpung DP ringan, mumpung angsuran ringan, mumpung anak masih kecil belum banyak pengeluaran..
Mumpung, “Diperangi ALLAH dan RasulNYA” (gak ada yang ngomong gitu) 😢

Akhirnya.. Tergoda ambil kendaraan dan ambil rumah kredit…
Dan diawal kelahiran anak pertama, kami menempati rumah kredit tersebut dengan senang hati. Tanpa tahu Allah dan RasulNYA membenci kesenangan kami tersebut.

Hari berjalan terasa lamban. Dan akhirnya, saat itu datang…

Dengan sangat perih dan penuh sesak air mata.. satu persatu Allah cabut nikmatNYA utk kami ,Allah sendatkan rezeki, kehilangan motor. Dititik akhir tdk sanggup membayar angsuran rumah, hanya hampir 5 tahun kami menempatinya. Makin kesini merasa makin Hampa tanpa kasih Sayang Allah . Merasa Tersungkur dititik nadir paling bawah tanpa siapapun teman dan saudara.
(Disitulah Allah bangkrutkan orang pelaku RIBA. Tapi, Saat itu kami belum sadar itu akibat Riba)

Dalam helaan nafas ,sujud dan doa kami panggil terus Allah dalam setiap helaan ingatan…dalam setiap gerakan… Ya Allah sayangilah kami dan ampunilah kami..

Tidak lama kemudian ada yang membeli rumah. Akhirnya, kami bisa menutupi hutang rumah dan sedikit sisa yang kami ambil, kami gunakan untuk rumah kontrakan dan keperluan lainnya.
4th berjln dengan nikmat bahagia tanpa beban hutang riba. anak2 sehat ,karir meningkat
Keuangan meningkat bisa ngontrak diperumahan yg bagus…

Selesaikah? Beluuum….
Kenapa?????
Karena Ilmu belum bertambah. Lingkungan belum berubah ,
Belum bergaul berkumpul dengan orang-orang soleh yang berilmu, belum ada dimajelis Ilmu dan tidak menggali Ilmu dg gurunya. Akibatnya akidah iman kami tidak bertambah tingkat naiknya, seperti naiknya tingkat kesejahteraan yg Allah berikan.

HINGGA….
Jauh dari Allah dan kembali.. Tergelincir lagi kekubang RIBA.

Setelah 4 th tanpa Riba, Anak2 sudah berpakaian syarie walau msh SD. Bersekolah disekolah syar’i dengan prestasi bagus dan punya hafalan Alquran walau baru mau msk 3 Juz.
Rezeki mengalir tidak putus, karier meningkat dan kami diberi amanah sama-sama sebagai manager finance di instansi swasta berbeda.

Akhirnya, disinilah Allah menguji kami.
Dengan keadaan mapan bukannya menabung dengan sabar untuk punya rumah, kami malah kembali bergelimang Riba mengambil rumah dengan kredit dan lebih mahal dari yang sebelumnya dan ditambah kemudian mengambil KTA untuk renovasi rumah.

Kami kembali berkubang riba..
Allah beri Istijrad dengan kelapangan rezeki yang mengalir setahun bs 2 atau 3x naik gaji , belum lagi bonus2 mengalir.
Lalu…
ALLAH mencoba menyentilku dg tekanan kerja dikantor. Lalu sikecil sakit bolak balik dirawat hingga harus transfusi darah.

Sadarkah Aku..? Belum.

Karna belum juga ada dimajelis ilmu utk menambah Ilmu , belum juga berkumpul dengan orang-orang soleh.
Allah selamatkan anak2 yg istiqomah dengan pakaian dan sekolah syar’i (orang tua belum juga menjalankan sunnah).

Mungkin karena doa mereka lah Ramadhan 2017 kami lebih mendekatkan diri kepada Allah agar Hidayah menghampiri. Kami menjalankan syariat agama. Mulai akrab dg jenggot, celana cingkrang, gamis dan hijab syar’i dan mulai tau riba.

Tapi.. karena msh ada di lingkungan yg sama, kami belum keluar dari maksiat (hura2 dunia) dan belum ada rencana melepas riba.

Disaat sudah seperti ini, sudah mulai tahu sunah, sudah tau riba, godaan iman datang ,godaan naik plafon dengan angka yang menggiurkan… dan hampir tergoda…
Ultimatum untuk diri kami tidah akan menambah lubang hutang riba yang baru, walau belum bbisa menutup hutang riba yang lama. Ultimatum sudah kami ikrarkan. Tapi belum juga ada niat untuk menutup hutang riba.

Disinilah Awal titik hijrah kami diuji Allah..
Allah bukan hanya menyentil kami, tapi Allah menggiring kami..
Allah membuat kondisi sangat tdk nyaman dipekerjaan kami..

Pertama.. Suami akhirnya melepas pekerjaan dengan posisi bagus tanpa harus mencari pekerjaan pengganti terlebih dulu.
Dan tidak sampai disitu.. Lalu Allah juga menggiringku dengan membuat kondisi yang sam. Sangat tidak nyaman dan harus segera melepas pekerjaan tanpa harus punya pekerjaan yang lain dulu.

Begitulah rahasia Allah, sekarang kami harus merangkak melepas diri dari maksiat dosa besar riba.
Tanpa pekerjaan , tanpa teman dan tentu menghadapi 2 keluarga besar menyesali keputusan kami..

Kami pun gamang..
Hijrah dari lingkungan itu juga salah satu paling berat. Tanpa dukungan, tanpa teman, dan ada di titik nadir paling bawah, sujud memohon Allah ampunkan kelalaian kedzoliman pada diri dan minta Allah tancapkan sabar dihati dan kekuatan utk istiqomah dijln NYA.
Minta Allah pertemukan dengan orang2 soleh dan pertemukan dengan orang2 yg bs saling menguatkan….

Alhamdulillah, ALLAH sangat menyayangi kami..
Allah pertemukan kami dg beberapa teman soleh yg sudah lebih dahulu nyunnah , lebih dulu ngaji, dan lebih dulu hijrah.. (smoga Allah pelihara langkah mereka).
Salah satunya, Saat sedang mencari peluang kerja kami isi dengan jualan kue kecil2an, Allah pertemukan dengan seorang teman, kami minta kepada beliau info kerjaan atau peluang jika ada. Beliau kebetulan dari JPKS dan juga anggota komunitas XBANK. Dan beliau menawarkan untuk masuk digrup XBANK. Alhamdulillah, sekarang kami sudah menjadi anggota XBANK.

Dengan berada digrup ini, semangat kami kembali terpacu..
Bahwa kita tdk sendiri.. yakin ALLAH selalu ada.. Allah sayang.. Dekati Allah terus dan terus..
Allah menjaga langkah hamba2nya yg Sabar.. Hamba2 yg Taqwa dan Istiqomah.

Kini langkah Hijrahku selanjutnya dimulai.
Saat ini kami bergabung digrup XBANK CORNER. Kami berharap, Allah beri kami kesempatan membuka lapangan pekerjaan dan bs membantu sesama yg hijrah.

Sambil menunggu XBANK CORNER opening, semoga Allah berikan kami jalan untuk kami melepas hutang riba yang belum bisa kami selesaikan. Smoga Allah kirim pengusaha kaya membeli rumah kami agar kami bisa menutup hutang riba. Aamiin..

Hidup lebih tenang, dg Istiqomah menuju jln yg diRidhoiNYA. (ER)

(NN – ANGGOTA XBANK PEKANBARU)

langitmerah
member of XBANK INDONESIA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *