Artikel

Percaya tapi tidak yakin

disalin dari grup XBANK INDONESIA

Pernah dengar kalimat, sbb :

1. “Rejeki sudah diatur oleh ALLAH”
2. “Rejeki tidak pernah tertukar”
3. “Rejeki yg akan mencari kita”
4. “Kita akan di wafatkan setelah seluruh rejeki kita telah diberikan”

Saya yakin kalau sebagian besar dari kita pernah membaca/mendengarkan/mengetahui/memahami kalimat2 diatas.
Kalau ada orang bertanya pada kita, apakah kita percaya pada maksud dari kalimat2 diatas ?
Saya yakin hampir sebagian besar dari kita akan menjawab …”PERCAYA”…krn kalimat2 tersebut bersumber dari Al Quran dan Hadits.
Tapi coba tanyakan pada diri kita masing2…apakah benar kita percaya pada kalimat2 itu ?

Kalau memang kita percaya,Mengapa kita takut kehilangan pekerjaan ?….apakah kalau kita kehilangan pekerjaan maka rejeki kita juga akan berhenti ?….
Mengapa kita takut berganti pekerjaan ?…apakah kalau kita berganti pekerjaan maka rejeki kita juga akan berganti ?…
Coba jujur pada diri kita masing2 , benarkah hal2 diatas ini yg sering mengganggu dan meracuni cara berfikir kita ?…..kalau iya, itu artinya ada ketidak konsistenan dalam diri kita krn kedua hal diatas merupakan sesuatu yg saling bertolak belakang…kalau kita percaya dgn kalimat2 diatas seharusnya kita tidak perlu takut pada kedua hal diatas…mungkin inilah yg terjadi pada kita, PERCAYA TAPI TIDAK YAKIN.

Pertanyaannya sekarang…apakah kita YAKIN dg 4 kalimat diatas ? ….jawabannya ada pada diri kita masing2.
Bagaimana kalau kita TIDAK YAKIN dg 4 kalimat diatas ?
Bukankah ke 4 kalimat diatas itu bersumber dari Al Quran dan Hadits…yang artinya bahwa ke 4 kalimat itu berasal dari ALLAH dan Rasul NYA.
Jadi kalau kita TIDAK YAKIN dgn maksud 4 kalimat itu , bukankah sama saja artinya kita TIDAK YAKIN sama ALLAH dan Rosul NYA.

Benarkah kita TIDAK YAKIN sama ALLAH dan Rosul NYA ?

Lalu apa guna nya kita PERCAYA sama ALLAH dan Rosul NYA, kalau kita TIDAK YAKIN ?
Apakah Kalimat “Laillahailallah Muhammadarasulullah” yang sering kita ucapkan hanya cukup kita PERCAYAI tanpa perlu kita YAKINI ?
Pantaskah ALLAH marah pada kita kalau kita tidak me-yakini NYA ?
Kalau kita tidak bisa me-yakini ALLAH dan Rosul NYA, lalu siapa lagi yg bisa kita yakini ?

Bukankah kalau kita lebih me-yakini selain ALLAH itu artinya kita sudah menduakan NYA ?
Bukankah kalau kita menduakan ALLAH itu artinya kita telah berbuat Syirik ?
DAN DOSA SYIRIK ADALAH DOSA YG TIDAK TERAMPUNI.

Saudaraku …jangan sampai kita tanpa sadar sedang memupuk dosa syirik ini dalam keseharian kita.
Ya ALLAH….lindungilah kami dari perbuatan syirik kepada MU…aamiin.
Semoga manfaat.

EL Candra
XBank

langitmerah
member of XBANK INDONESIA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *